Lifes Go On
Peng Shulin, seorang lelaki paruh baya dari Cina itu memegang alat bantunya. Tapak demi tapak kaki besi itu mulai melangkah. Sesekali terlihat ia menyeka keringat. Matanya tetap menghadap ke depan. Senyum lembutnya pun tetap terlintas, bahkan sesekali diselingi dengan tawa. Setiap orang yang berada di dekatnya waktu itu hanya bisa bergumam, “Ia optimis, ia beruntung..”
Ingatannya mulai menerawang pada kejadian lebih dari sepuluh tahun silam itu. Hatinya selalu miris saat di otaknya terbayang bagaimana truk besar itu menggilas habis tubuhnya bagian bawah. ” tetapi, Tuhan menyelamatkan saya!” begitu katanya pada semua orang.
Ia ingat betul bagaimana 20 orang tenaga ahli itu berjuang menyelamatkan nyawanya. Bukan hanya dokter bedah, ahli syaraf bahkan ahli elektronika dan fisika pun juga dilibatkan dalam proses rekonstruksi tubuhnya.
“Bukan kehebatan kami, tetapi semangatnya yang luar biasa itulah yang justru memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik.” Kata seorang tim ahli, “Kami ingat betul, bagaimana jantung itu tetap berdetak kencang pada saat masa-masa kritisnya, detak jantung luar biasa yang membuatnya tetap bertahan hidup, bagaimanapun kondisinya.”
Memang, saat ini tinggi Peng Shulin tinggal 78 cm. Tapi hal itu tidak pernah membuatnya menyerah. Ia tetap berjalan, dan tetap mengerjakan berbagai kegiatan rutin sehari-hari… “Lifes Go on..” katanya sambil tersenyum.
(materi dasar artikel dikirim oleh seorang sahabat, Silvy)
——————————————————————————————-
Lewat tulisan ini juga, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bung Guskar, yang telah berkenan memenangkan dan memberi penghargaan pada saya dalam kenduri Narablog-nya. Yaitu kenduri yang diselenggarakan dalam rangka HUT RI bulan Agustus lalu.. Semoga persahabatan ini terus berlanjut, makasih ya kang..!
Dalam artikel terdahulu, saya memang berbicara mengenai rencana award dan tanda mata yang akan saya bagikan. Hmm.. ketika aku lihat lagi, ternyata bulan Oktober 2009 nanti, blog ini akan berusia satu tahun. So.. mungkin akan saya lakukan pada bulan tersebut. Selain itu, saat ini saya sedang melobi (plus maksa he.. he.. ) beberapa sponsor yang sekiranya bisa membantu kenduri ulang tahun blog ini.. biar lebih rame tentunya.
Soo.. Tunggu aja ya..
46 Komentar di “Lifes Go On”
ceritanya mantap….
interest bangaet… apalagi pas liat gambar yang pake kaki palsu.. kaget…
dalam pikirian.. apa emang ini nyata…
semangatnya patut kita tiru
like this! (lagi)
hmm.. mengisnpirasi banget yah mas.. semangat hidupnya itu lho,, kalo orang lain mungkin udah putus asa kali yaaahh.. tooppp deeehh 😀
semangat pak Peng Shulin luar biasa, untuk pelajaran bagi kita yg masih mempunyai “tubuh utuh” spy dapat lebih bermanfaat bagi sesama.
**bukunya, smg bermanfaat…
pdhl lebaran bsk saya mudik ke solo, bukunya nyampe duluan ke sana 🙂
adakalanya manusia belajar berusaha menjadi mahluk mendekati sempurna dari sesamanya yang kurang sempurna 🙂
Daku malah merasa kurang sempurna melihat semangat nya….
cerita yang mantabbb dan penuh makna….
Cerita yang mantap…sangat memberi inspirasi tentang semangat yg tak pernah pudar…and..tetap di tunggu kejutan ultah blognya..
Subhanallah…
“Maka rahmad Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
betapa kita harus selalu bersyukur
mas, tukeran link boleh ga?
wow luar biasa
semangat yang membanggakan
mas, ada award untukmu di blog akoe… diambil ya…
menggugahhati dan jiwa
betapa besar nikmat Allah
astagfirullahh… aku liat foto2 itu aj langsung mrinding, apa lagi baca postingannya 🙁
niat semangat dan usaha akan menjadikan diri kita manusia yang berguna
kalau saya punya semangat seperti Peng Shulin…
I will…..
Huhuhu…sungguh sangat memberikan inspirasi kepada kita2….
Hidup itu harus lebih menghargai N memaksimalkan apa yang Tuhan kasih….
Sungguh, sangat hebat orang tsb…
komposisi dan repetisi suatu mantra atau hizib merangsang penggumpalan energi atau quwwah yang kemudian di gerakkan oleh iradah membuktikan bahwa jika memang manusia mau ttp berusaha, di situ pastilah ada jalan-Nya
semangat yang berkobar dr pak pengshulin ini patut kita tiru…
pelajaran yg bisa kita petik…jangan lah kita patah semangat.
@aan & quinie: betul!!.. setuju..!
@putri: makasih yaa..
@yolis: thank kyu.. semoga bisa bermanfaat buat u..
@bung guskar: wah, dari SOlo juga to? ntar kalo ada waktu mungkin kita bisa kopdar ya kang.. tak tunggu..
@buwel: hmm.. kita jadi kelihatan ‘angkuh’ ya bang..
@a-chen, shalimow, Ilyas: makasih yaa..
@nen’s: wow.. makasih awardnya yaa.. linkmu juga udah terpasang kok..
@dicky & attayaya: yup, makasih.. semoga bisa bermanfaat yaa..
@kunto: I will? apaan bang?
@Zippy & Tisti: betuuul.. seep & sukses selalu buat u..!
@Genial: wuiih.. makin pinter aja sahabatku ini.. thank kyu yaa..
ceritanya keren. inspiring..
subhanallah..semangat yang dia miliki untuk tetap hidup dan menerima kenyataan bikin kita jadi sadar
great, someone yang nggak bisa dikalahin ma putus asa, its great
wah berat sekali cobaan yang dia terima
Uhhh…jadi ga kebayang waktu truk melintas diatas tubuhnya
rasa sakit yang begitu dalam
dia sangat tabah menghadapi cobaan
masyaAllah
hebat banget tuh orang
meskipun dlam kekurangan masih bisa bertahan hidup dan ga putus asa…
salut bangettt
sob…ada award di tempat saya silahkan diambil ya!!!!
wah ceritanya bagus perjuangan yang yang sangat luar biasa….kita yang bertubuh normal saja terkadang tidak memiliki semangat seperti Peng Shulin
wach..wach..Luar biasa semangat peng shulin, saya az sempat ngga percaya..tapi itulah k’kuasaan Tuhan..
And artikelnya sangat bagus..sangat mendidik..
wah
salut dengan semangatnya
🙂
nge_blog kok ada kenduri segala yah….ada-ada aja…(diadain sih…!!)
btw, ceritanya inspiring banget…
mengingatkan kita…kalo si Pheng Sulin aja bisa bertahan, maka dalam kondisi sekeras atau sesedih, sesetress apapun kita, tak pantas lantas memiliki hasrat untuk menyerah…
apalagi sampai bunuh diri…rugi banget…
Subhanallah yah…merinding aku liatnya..
no comment!!
wow… saknone… aku sering ndelok ning tipi-tipi… wonge ngono wi wis siap menerima keadaan… soale khan Tuhan memberikan cobaan buat seseorang itu sesuai kemampuan khan???
saya juga pernah dapet artikel yang seperti ini jod..
cuma bedanya dia anak kecil
sumpah salut banget ama perjuangan mereka ini yah
mengalahkan kita yang udah di beri cukup bahkan sempurna dari segi fisik.
Mas, kalo engga lihat gambarnya mungkin tidak seharu ini membaca ceritanya mas Jodie
yah emang hidup harus terus berjalan
sedih berkepanjangan tak akan menyelesaikan masalah
jadi malu sudah merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia.
Terima kasih atas tulisan ceritanya, mas. Hidup memang penuh perjuangan, kesabaran, keikhlasan..more.
haddiirrrrrr….
Meniti ramadhan mengurai khilaf…
Mengharap tiada tersisa khilaf dan dosa…
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Syiyamana Wa Shiyamakum…
Selamat Hari Raya Idul Fitri Sahabatku sayang…
Mohon Maaf lahir dan batin….
cu….
Andai jemari tak sempat berjabat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkumandang, kuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon maaf lahir dan batin.
Taqobbalallahu minna wa min kum Selamat hari Raya Idul Fitri 1430 H mohon maaf lahir batin
Mohon samudera jiwa kakanda, kita bisa saling merdeka-memerdekakan dan dengan begitu akan lebih lapang jalan tuk memperoleh pengampunan Allah.
mohon maaf lahir bathin iia 🙂
wah, semangat juang yg patut ditiru. btw, template blog ini sederhana dengan warna coklat yg manis. Susunan widgetnya pun teratur rapi, menunjukkan pemiliknya seseorang yg suka akan kerapihan. padahal kamu cowok. Salut….
subhanallah….
hanya hati yg bisa berkata,,,
izin buat dbagi d facebook yh..:)
ngeri, tapi takjub juga